Translate

Showing posts with label Kristen. Show all posts
Showing posts with label Kristen. Show all posts

Tuesday, December 25, 2012

Thursday, December 13, 2012

Pikirin Kiamat Mulu, Ah!

Desember 2012 ini merupakan bulan yang "unik" untuk dibahas.

Kamu tahu kenapa?

Karena pada bulan Desember ini, banyak orang (entah itu ilmuwan atau ahli nujum) memperkirakan kiamat terjadi pada tanggal 12 atau 21 Desember 2012.

Ya ... memang, sih ... dunia sudah menunjukkan tanda-tanda akhir zaman. Mulai dari munculnya banyak penyakit, peperangan yang memuncak, bencana alam di mana-mana, bahkan sebenarnya, perkembangan teknologi yang tak terkendali pun termasuk tanda-tanda akhir zaman!

Akan tetapi, aku sendiri tidak ambil pusing dengan perkiraan para ahli mengenai tanggal-bulan-tahun kiamat. Tidak ada gunanya menebak-nebak waktu kiamat itu.

Bagiku, cukuplah kita memahami dan meyakini bahwa kiamat itu pasti akan datang, entah kapan. Tuhan akan datang menghakimi kita, namun bagi kita yang percaya bahwa Kristus adalah juruselamat kita, kita pasti akan diselamatkan.

Nah, sekarang, daripada sibuk memikirkan kiamat, bagaimana kalau kita mulai memikirkan target kehidupan kita pada tahun 2013. Bukankah itu lebih baik?

Saturday, December 8, 2012

Konsisten dalam Melayani Tuhan: Sebuah Perenungan Singkat

Tanggal 24 November yang lalu, aku baru saja mengikuti retreat dengan beberapa teman gereja. Kegiatan ini diadakan di Cipayung, Bogor. Tujuan mengikuti kegiatan ini adalah sebagai syarat wajib sebelum menerima peneguhan sidi.

Dalam retreat ini, aku belajar memahami pentingnya konsistensi dalam melayani Tuhan, walaupun aku harus mengorbankan banyak hal demi tercapainya konsistensi ini.

Dalam retreat ini pula, aku disadarkan dengan kenyataan bahwa sesungguhnya, Tuhan memanggil kita melayaniNya bukan karena Tuhan membutuhkan kita. Bisa jadi, Tuhan mengizinkan kita melayaniNya karena Ia ingin membentuk karakter dan iman kita. Hal ini baru kusadari setelah mengikuti retreat ini.

Kemudian, aku merenungkan hal ini. Hm ... ya ... selama ini, aku kurang konsisten melayani Tuhan. Aku kurang disiplin dalam melakukan pelayanan di gereja atau di sekolah.

Kini, aku belajar untuk konsisten dalam melayani Tuhan, meskipun pelayananku tidaklah seberapa.

Sunday, November 18, 2012

Karena Sahabat Bagaikan Saudara

Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran 
Kalau kamu sering mengecek Twitter Timeline-ku, kamu pasti sering membaca kutipan tersebut. Kutipan yang diambil dari Amsal 17 ayat 17 ini merupakan salah satu ayat favoritku di Alkitab.

Aku begitu menyukai ayat ini karena setiap membaca ayat ini, aku merasa diingatkan untuk menjadi sahabat yang baik dan mengasihi sesama layaknya Tuhan telah mengasihiku.

Kalau dipikir-pikir, ayat ini benar-benar relevan dalam kehidupanku sehari-hari. Kadang-kadang, ada seseorang yang jauh lebih mempercayai sahabatnya dibandingkan saudara kandungnya sendiri!

Hal ini tidaklah heran, sebab dalam kehidupan sehari-hari, aku sendiri lebih sering curhat dengan sahabat ketimbang saudara sendiri. Alasannya? Ya ... kalau diajak ngobrol pasti lebih nyambung, apalagi jika mengobrol dengan sahabat yang umurnya sebaya denganku.

Nah, sekarang aku mau tahu, apa kamu punya pengalaman menarik seputar persahabatan? Mungkin kamu bisa sharing di kolom komentar. Jika pengalamanmu menarik, mungkin aku bisa mempublikasikan pengalamanmu dalam bentuk blogpost.

Saturday, September 22, 2012

Sejujurnya, Hati Ini Belum Ikhlas...

Sudah hampir setahun saya menjadi sekretaris BPH (Badan Pengawas
Harian) Kerohanian Kristen di sekolah. Dan bulan Desember nanti,
jabatan ini berakhir.

Sejujurnya, saya tidak menyangka terpilih menjadi sekretaris BPH.
Sebab saya merasa tidak layak mengemban tugas yang amat mulia itu.

Sekarang ini, saya tengah bersiap-siap mencari pengganti posisi saya.
Saya mulai mengamati dan menyeleksi para kandidat.

Akan tetapi, ada perasaan yang kurang mengenakkan di hati saya. Saya
tidak rela melepaskan jabatan ini.

Egois banget, ya?

Yang membuat saya tidak rela melepas posisi ini adalah karena saya
belum rela melepaskan kebersamaan di antara para anggota BPH. Jika
saya melepas posisi ini, saya tidak akan menghadapi rapat BPH lagi.
Saya tidak akan ditegur lagi oleh wakil ketua BPH akibat kecerobohan
saya, dan kelak saya akan merindukan tegurannya.

Saya akan merindukan segalanya....

Akan tetapi, bukankah tidak ada yang abadi di dunia ini? Jadi, saya
pun tidak mungkin menjadi sekretaris BPH selamanya, toh?

So ... tugas terakhir sebelum serah terima jabatan adalah menentukan
sang pengganti.

Doakan saya agar segalanya sesuai rencana....